Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Alasan Wanita Lebih Panjang Umur

Banyak hal dilakukan manusia untuk tetap sehat dan berusia lebih panjang. Dari mengatur pola makan sehat, berolahraga, hingga menjauhi zat-zat adiktif.

Wanita Lebih Panjang Umur

Tapi, siapa yang menyangka jika wanita akan hidup lebih lama dibandingkan pria. Seperti dilansir dari Genius Beauty, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Daniel J. Bice, seorang profesor psikiatri dari Universitas Pittsburgh, menunjukkan bahwa wanita akan hidup lebih lama dibanding pria.


Wanita Lebih Panjang Umur - Hal ini erat kaitannya dengan kualitas tidur dan kesehatan yang lebih baik sehingga dapat hidup lebih lama. Wanita acap kali memiliki aktivitas yang lebih banyak dibandingkan pria. Mereka dapat bekerja kantoran lalu melakukan pekerjaan rumah tangga.

Namun, semua ini tak memengaruhi kualitas tidur mereka. Bahkan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak kecil dapat tertidur pulas dibandingkan sang ayah. Para dokter dari Universitas Pittsburgh menganggap bahwa suara tidur dan durasi tidur mereka sangat terkait pada kondisi kesehatan.

Penelitian tersebut mengungkap, bahwa tak hanya mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan pria, wanita juga secara umum tidur lebih lama. Hal ini bertentangan dengan fakta yang mengatakan bahwa wanita cenderung menderita insomnia dan kerap kali mengeluh kurang tidur.

Penelitian yang melibatkan 1500 pasien ini, menunjukkan bahwa 30 persen wanita dan hanya 22 persen pria tidur lebih dari 8 jam setiap harinya. Hal ini karena adanya perbedaan sifat tidur antara wanita dan pria.

Wanita Lebih Panjang Umur Diketahui, bahwa fase tidur yang dalam pada wanita terjadi sesaat setelah terlelap. Karena itulah, kurang tidur tidak memengaruhi kesehatan mereka. Sedangkan, pria cenderung memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengalami fase tidur yang dalam. Sehingga, kerap kali memengaruhi kesehatan mereka.

Source : Wanita Lebih Panjang Umur

Jumat, 09 September 2011

Orang Tua Protektif Picu Anak Kegemukan

Sebagai orang tua, hasrat melindungi buah hati pasti sangat tinggi. Tetapi, jangan sampai berlebihan. Karena sikap yang terlalu melindungi ini bisa membuat anak Anda berisiko mengalami kegemukan.


Apa pemicunya? Ketika buah hati aktif secara fisik, seperti saat sedang bermain di taman atau berlari-larian dan Anda selalu berkata 'hati-hati' atau mencegahnya, ia akan menjadi takut. Hal itu membuatnya jadi malas dan segan untuk melakukan lagi aktivitas fisik.



Ekspresi spontan, seperti teriakan ketakutan atau selalu memeganginya, bisa memicu anak menjadi kurang aktif. "Ini adalah yang banyak dilakukan para orang tua saat ini. Khawatir tentang keselamatan anaknya hingga membuat mereka sangat protektif," kata Dr Jason Bocarro, peneliti dari North Carolina State University, seperti dikutip dari Daily Mail.

Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan tim dari North Carolina State University pada 20 taman bermain di Durham, North Carolina, Amerika Serikat. Mereka mengklasifikasikan anak-anak yang bermain di taman tersebut dalam tiga kategori yaitu, pendiam, cukup aktif, dan sangat aktif.

Menurut Dr Jason, yang seharusnya dikhawatirkan para orang tua adalah ketika anak lebih sering di depan televisi atau komputer, dibandingkan bermain dengan teman sebayanya di taman. Hal ini membuat anak berisiko tinggi mengalami obesitas karena kurangnya aktivitas fisik.

Lagipula, tubuh anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan yang sebaiknya dirangsang dengan aktivitas fisik.

Penelitian yang akan dipublikasikan dalam American Journal for Preventive Medine ini menemukan anak yang memiliki orang tua protektif cenderung berhenti saat melakukan aktivitas yang sangat aktif. Menurut peneliti, taman-taman publik sangat berperan untuk membuat anak tetap aktif.

Sumber : Orang Tua Protektif 

Misteri di Balik Senyum Manis

Sebuah senyuman memiliki arti lebih dalam daripada sekedar sebuah ekspresi ceria. Lengkungan di bibir menyiratkan sebuah komunikasi sosial.

Penulis Marianne LaFrance dalam buku barunya 'Lip Service' menulis bahwa setiap senyuman merupakan sebuah magnet sosial, parameter kepercayaan, sebuah perangkat penebar kemarahan, alat tawar menawar, hingga alat menjaga ikatan sosial.


Itulah sebabnya, sunggingan di wajah merupakan ekspresi yang paling cepat dikenali. "Tak peduli apakah itu senyum nyengir, menyeringai menakutkan, atau berseri-seri, semuanya memiliki arti," ujar LaFrance, Profesor Psikologi Universitas Yale. Dia menambahkan, sebuah senyuman bahkan berpengaruh pada politik, pekerjaan, hubungan, dan budaya.



Meskipun tersenyum sering menandakan kebahagiaan, ekspresi ini juga menyampaikan berbagai emosi mulai dari menghibur, rasa malu, penipuan hingga menghina.

Studinya menyebut, ada perbedaan cara tersenyum pria dan wanita. Wanita rata-rata lebih banyak tersenyum ketimbang pria. Salah satu alasannya, kata LaFrance, adalah alasan biologis.

Para peneliti menemukan otot senyum utama, yang dikenal sebagai zygomaticus lebih besar dan tebal pada wanita daripada pria. Kedua, area kerja wanita kebanyakan membutuhkan sosialisasi yang lebih banyak dibanding pria. Dan, umumnya wanita lebih cenderung memiliki keinginan bersosialisasi.

"Wanita sering berperan mengatur kegiatan sosial, mengurangi konflik, dan peduli kehidupan emosional orang lain," tambah LaFrance.

Meskipun senyum manis biasanya memperlihatkan ekspresi positif ada sisi gelap dalamnya. Seperti tersenyum saat menyembunyikan perasaan atau bersikap sinis. "Senyum merupakan sebuah topeng yang besar," kata LaFrance.

"Senyum manis adalah sebuah pendekatan paling mudah saat pendekatan lain tidak bekerja," ungkapnya kepada laman MSNBC.

Source :  Senyum Manis